July 29, 2010

Skripsi

Hiya mates! How's it going?
I'm suffering from a bad cough, and thanks God the rest is all right.
Sekarang gue mau cerita tentang perjalanan awal gue menulis skripsi. Basically gue menulis tentang peranan aktor di dalam sebuah puisi. Gue memilih puisi "When I Heard the Learn'd Astronomer" karya Walt Whitman. Awalnya gue memilih puisi karya Robert Frost yang berjudul "The Road not Taken", tetapi dosen pengajar gue di mata kuliah Seminar Praskripsi menyarankan untuk memilih puisi lain karena puisi tersebut too popular, telah banyak yang membahas tentang puisi tersebut. Maka gue memilih puisi Opa Whitman aja, yang temanya masih mirip ama The Road not Taken.


Gue memilih puisi beraliran Realisme tersebut karena gue suka ama temanya yang bercerita tentang pilihan hidup. Ini sesuai banget dengan diri gue. Pada beberapa moment di dalam hidup gue, gue tertempatkan di titik tengah di antara dua pilihan yang amat sulit. Sewaktu gue mendapatkan kesempatan mengikuti program volunteering di Glasgow, Scotland, saat itu bulan Maret 2006, sedangkan pada bulan April akan diadakan Ujian Akhir Nasional, maka gue harus memilih antara program tersebut atau Ujian Akhir Nasional. Gue pun berdiskusi dengan orang tua dan guru-guru gue di sekolah. Mereka menyarankan untuk tetap mengikuti program tersebut karena kesempatan tesebut belum tentu datang dua kali. Okay, jadi gue berangkat deh, meninggalkan sekolah gue yang tinggal sebulan lagi.


Moment yang kedua yaitu ketika gue harus memilih antara Briton dan kuliah gue. Seperti yang gue ceritakan di postingan sebelumnya, gue mendapatkan kesempatan kuliah di Sastra Inggris itu gak mudah lho. Tetapi ketika mendapatkan kesempatan kerja di Briton, gue senpat berpikir juga sih. Maka gue kembali berdiskusi dengan orang tua. Setelah mendengarkan plus-minus dari kedua hal tersebut, maka gue memutuskan untuk memfokuskan waktu gue pada kuliah. Gue lepas deh Briton.


Gue selalu mendiskusikan apapun tentang pilihan dengan orang tua gue. Mereka sih memberikan gue hak penuh untuk memutuskan apapun yang menyangkut kehidupan pribadi gue, mereka hanya memberikan pandangan-pandangan tentang plus-minus dari setiap pilihan yang ada. Kata mereka, kehidupan pribadi gue yang jalanin, bukan mereka, maka gue lah yang berhak sekaligus bertanggung jawab penuh dalam setiap keputusan yang gue buat. Mereka hanya ga mau melihat anak-anaknya membuat keputusan yang akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Mereka selalu mengingatkan bahwa setiap keputusan yang diambil haruslah dipertanggungjawabkan sepenuhnya, dan untuk tidak menyesali keputusan yang telah diambil tersebut.


Seperti itulah tema dari puisi yang gue ambil sebagai skripsi gue. Tentang pilihan hidup. Tentang pentingnya kita memikirkan dan memutuskan secara bijak setiap pilihan dalam hidup kita masing-masing agar ga ada penyesalan di kemudian hari.

0 comments:

Post a Comment